Sejarah Perkembangan Judi Togel di Indonesia


0

Situs Judi Online-Ada perjalanan yang cukup panjang dalam sejarah judi togel. Hingga akhrinya, berkembang seperti saat ini. Khususnya di Indonesia. Mulai dari fenomena legalisasi hingga pelarangan yang dilakukan pemerintah. Termasuk fakta bahwa jenis perjudian ini, tetap digemari masyarakat dari berbagai lapisan.

Togel merupakan salah satu jenis permainan taruhan yang cukup populer.Menjadi jenis taruhan yang paling merakyat. Dibandingkan beberapa jenis judi lain.

Judi togel, biasanya menggunakan tebakan angka. Dimana mengharuskan pemainnya menebak angka apa yang akan keluar dalam prediksi.

Togel adalah singkatan dari toto gelap. Saat ini berkembang menjadi dua versi permainan. Yakni, togel online dan offline. Permainan versi online dimainkan dengan menggunakan internet. Sementara, togel offline merupakan versi konvensionalnya. Dimana aktivitasnya dilakukan secara offline.

Togel sendiri menyimpan banyak pro dan kontra. Banyak pihak yang menolak keberadaan togel sebagai permainan taruhan. Sementara pihak yang mendukungnya tetap masih banyak dan bertahan bermain permainan judi jenis ini.

Sejarah Kemunculan Togel di Indonesia

Permainan togel di Indonesia hingga saat ini memiliki kontroversi di baliknya. Masyarakat banyak yang menolak keberadaan permainan ini karena lebih banyak menimbulkan dampak negatif.

Sejarah togel di Indonesia sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang.  Permainan lotre toto ini pertama kali muncul sejak era kolonial Belanda di Indonesia. Masuknya permainan togel di Indonesia pada masa itu diawali oleh para penjajah.

Meski belum diketahui kapan pastinya dan siapa yang mengenalkan permainan ini, tetapi dapat dipastikan jika yang membawa permainan ini adalah pedagang-pedagang asing yang masuk ke Indonesia.

Alasan ini muncul karena budaya masyarakat saat itu belum mengenal huruf-huruf romawi dan latin seperti yang tertera dalam berbagai kupon togel.

Keberadaan togel pada masa itu juga diidentikan dengan hiburan malam, serta pajak Belanda. Penarikan pajak judi ini didasarkan pada kebutuhan kas Belanda yang cukup banyak sehingga membuat mereka menarik pajak dalam hal apapun, termasuk togel dan judi.

Pada masa kekuasaan Belanda yang saat itu ingin mendirikan sistem negara serikat, jenderal hindia belanda pada saat itu bahkan memiliki aturan mengenai judi.

Pada masa itu mereka mengatur sistem permainan togel sebagai bagian dari hiburan dan cash market. Semua pihak boleh memainkannya di sini.

Pada masa perkembangan togel di masa pemerintahan Hindia Belanda, permainan ini dilegalkan dan diperbolehkan untuk dimainkan. Semua kalangan, baik itu kelompok bangsawan, pribumi, maupun kolonial sendiri turut serta ikut bermain togel.

Minat masyarakat akan permainan togel terus meningkat seiring perkembangan togel ini sendiri. Permainan inii banyak ditemukan hingga ke pelosok-pelosok desa dan menjadi permainan rakyat kelas bawah.

Togel Pasca Kemerdekaan Indonesia

Sejak kemerdekaan Indonesia, permainan togel sedikit mendapat perhatian dari pemerintah. Permainan yang menggunakan taruhan ini dipandang sebagai permainan yang memiliki dampak negatif dan merugikan. Indonesia yang saat itu baru merdeka memiliki tujuan untuk memperbaiki segala hal.

Di bawah kepeminpinan Soekarno, permainan togel dilarang untuk beredar. Pada masa itu, permainan ini dianggap merusak moral bangsa sehingga harus dihapuskan.

Melalui peraturan Keppres No. 114 tahun 1965 yang menyatakan bahwa segala bentuk perjudian lotere dianggap ilegal karena dianggap merusak “moral anak bangsa”.

Kebijakan ini kemudian membuat banyak rumah judi yang dipaksa tutup. Soekarno sangat tidak menginginkan adanya permainan judi dan togel beredar di masyarakat. Meski demikian, masyarakat kala itu tetap memainkan togel dengan cara sembunyi-sembunyi.

Tak lama setelah Soekarno turun dari jabatan presiden, pemerintahan dipegang oleh Soeharto. Masa kepemimpinan Soeharto menyimpan banyak kebijakan yang cukup koontroversial, salah satunya adalah pelegalan judi dan togel.

Pada masa itu, Soeharto melalui kebijakannya membuat masyarakat boleh bermain togel melalui kupon undian. Togel kembali dimainkan dan sistemnya diatur oleh pemerintah seperti dan Pemda, dan pemerintah pusat. Namun di era ini togel tidak terdengar sebagai permainan judi.

Meski sifatnya sama, togel dijalankan bukan sebagai lotere, tetapi kupon olahraga berhadiah yang berlisensi dari pemerintah. Kebijakan ini cukup menuai kritik dari pihak yang tidak setuju dengan segala jenis perjudian.

Meski menerima berbagai pendapat kontra, kebijakan ini berjalan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Undian kupon yang berlaku pada masa itu adalah SDSB atau sumbangan dermawan sumbangan berhadiah. Selain itu, ada juga undian porkas. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu membeli kupon undian dan bisa mendapatkan hadiah dari kupon tersebut.

Kebijakan ini muncul lantaran negara membutuhkan dana yang cukup besar dalam penanganan sosial dan olahraga. Togel yang beredar pada masa itu memiliki peminat yang cukup tinggi hingga ke berbagai pelosok daerah.

Keuntungan yang diperoleh dari adanya kebijakan ini sangatlah banyak. Pemerintah mampu meraup keuntungan dari togel ini hingga miliaran rupiah. Distribusi keuntungan togel yang saat itu beredar kemudian dibagikan kepada bidang sosial, olahraga, dan beberapa departemen lain.

Kebijakan Togel di Pemerintahan Daerah

Kebijakan pelegalan togel sendiri juga pernah terjadi di beberapa daerah. Melalui kebijakan daerah, permainan togel diperbolehkan untuk dimainkan dengan beberapa syarat. Daerah yang pernah melegalkan permainan judi dan togel adalah DKI Jakarta dan Surabaya.

Pemerintah daerah Surabaya pada masa itu hendak menggelar PON sebagai tuan rumah.

Dana yang dibutuhkan cukup banyak sehingga pemerintahan harus memutar akal untuk mendapatkan dana yang banyak dan cepat. Sekitar tahun 1968, mereka mengeluarkan Lotto atau Lotere Totalisator.

Jenis lotre ini hampir sama dengan togel yang saat ini beredar. Lotere yang dipasarkan ini berupa kupon undian berhadiah yang diminati oleh masyarakat kala itu. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan Lotto sangatlah menguntungkan dan mampu menutup kekurangan dana untuk penyelenggaraan PON.

Jauh sebelum itu, gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin telah menerapkan kebijakan pelegalan judi dan togel di daerahnya. Menurutnya, judi dan togel mampu memberikan pajak yang cukup tinggi sebagai pemasukan daerah. Berkat pajak inilah kemudian Jakarta bisa melaksanakan pembangunan dengan cepat.

Kebijakan ini tentunya menyimpan banyak pendapat pro dan kontra. Banyak pihak yang meminta kebijakan ini untuk dihapuskan karena akan membuat masyarakat kecanduan. Banyak juga yang mendukung adanya permainan ini karena dirasa menguntungkan.


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *